Pages

BIOS SETUP

Booting adalah suatu proses yang terjadi saat seseorang menyalakan suatu komputer, semua register prosesor disetting kosong, dan status mikroprosesor/prosesor disetting reset. Kemudian address 0xFFFF diload di segment code (code segment) dan instruksi yang terdapat pada alamat address 0xFFFF tersebut dieksekusi. Secara umum program BIOS (Basic Input Output System), yaitu sebuah software dasar, terpanggil. Sebab memang biasanya BIOS berada pada alamat tersebut. Kemudian BIOS akan melakukan cek terhadap semua error dalam memory, device-device yang terpasang/tersambung kepada komputer —) seperti port-port serial dan lain-lain. Inilah yang disebut dengan POST (Power-On Self Test). Setelah cek terhadap sistem tersebut selesai, maka BIOS akan mencari [Sistem Operasi], memuatnya di chip read-only memory (ROM) dan mengeksekusinya. Dengan melakukan perubahan dalam setup BIOS (kita dapat melakukannya dengan menekan tombol tertentu saat proses booting mulai berjalan), kita dapat menentukan agar BIOS mencari Sistem Operasi ke dalam floppy disk, hard disk, CD-ROM, USB dan lain-lain, dengan urutan yang kita inginkan.

BIOS (Basic Input/Output System) atau Basic Integrated Operating System (Sistem Pengendalian Bersepadu Asas) ialah sebuah perangkat antarmuka antara sistem operasi dengan perangkat keras. Sebenarnya, BIOS diimplementasikan sebagai sebuah program terintegrasi yang dapat dijalankan untuk mengontrol keyboard, layar tampilan, disk drive, komunikasi serial dan beberapa fungsi khusus lainnya, yang menyangkut akses tingkat-rendah (low-level) ke perangkat keras. Pada umumnya, BIOS disimpan dalam chip ROM yang sudah tersedia dalam komputer. Karena disimpan dalam memori yang hanya baca, maka BIOS tidak perlu melakukan inisialisasi ketika proses booting berlangsung, sebab BIOS juga melakukan tugas booting / inisialisasi di saat komputer baru dihidupkan. Karena jenis perangkat lunak yang disimpan dalam ROM umumnya disebut dengan firmware, maka BIOS termasuk ke dalam golongan firmware.

BIOS merujuk kepada kod perisian yang dijalankan oleh komputer apabila ia mula dihidupkan. Fungsi utama BIOS ialah untuk menyediakan mesin supaya atur cara perisian lain yang disimpan di pelbagai media (seperti cakera keras, cakera liut dan CD) boleh dimuat, dilaksanakan dan mengambil alih komputer tersebut. Proses ini dikenali sebagai but (booting up).

Ada beberapa hal penting untuk kita ketahui,salah satunya adalah bahwa bios disuplai oleh pabrik BIOS besar—)seperti AMI (American Megatrends International), PHOENIX-AWARD atau Microid Research. BIOS terdiri dari beberapa tipe khusus chip yang terprogram disebut Flash ROM atau EEPROM (electrically erasable program-mable read-only memory). Kita dapat men-download update BIOS dari pabriknya dan dengan menggunakan program ini kita dapat melakukan update kode dalam BIOS kita. Jika kita tidak mempunyai tipe Flash ROM atauEEPROM, kita harus mengganti secara fisik chip tersebut jika dalam update diperlukan.

Sebenarnya semua motherboard telah memasukan BIOS yang mendukung spesifikasi plug and play (PnP). Hal tersebut membuat instalasi card baru yang mendukung card PnP menjadi lebih mudah. PnP secara otomatis akan melakukan instalasi menggunakan software khusus yang disrtakan di BIOS dan sistem operasinya (seperti windows 9x/Me dan windows 2000/XP), yang akan secara otomatis melakukan konfigurasi card-card adapter tersebut dan menghindari konflik dari beberapa adapter.

Kegunaan

Salah konfigurasi dan setting adalah salh satu penyebab lambatnya serta turunnya tenaga PC kita, beberapa pilihan pada BIOS setup dapat diibaratkan seperti sumber tenaga bagi PC kita. Misalnya setup untuk optimalisasi memory, pengaturan FSB multiplexing, serta voltase untuk Memory dan processor dapat dilakukan lewat pilihan option di BIOS Lalu kita terlewatkan mengaktifkan cache memory maka terjadi adalah jalanya computer akan tersendat-sendat bahkan layaknya sebuah siput. Cache memory dapat mempercepat kinerja dengan membantu transfer data dari memory utama ke prosecor. Masalah keamanan dimana kita bias membuat password BIOS agar orang yagn tidak berhak tidak dapat menggunakan PC kita (walaupun cara ini dapat di bongkar dengan teknik hacking)

Setting BIOS

Ada banyak option didalam BIOS pada umumnya dibagi dalam beberapa kategori.

Ex : Standard CMOS, BIOS Features, Power Management, Integrated Systems, dll.

Setiap kategori terdiri dari option-option pilihan , misalnya :

Standar CMOS Setup

konfigurasi hardware yang paling dasar seperti date, time, hd,drive,video

Bios Features Setup

Konfigurasi untuk tingkat lanjuntan seperti Virus warning, CPU internal Cache External Cache, Quick Power On Self Test, Boot Sequences, dll

Integrated Peripheral

Mengendalikan fungsi-fungsi tambahan pada motherboard seperti port serial mau pun paralel. Nonaktifkan ( disabled) saja yang Anda tidak butuhkan untuk dapat membebaskan IRQ.

Advanced Chipset Features

option untuk mengoptimalkan bagi yang expert dan professional,ada DRAM timing, CAS Latency, SDRAM cycle length, AGP aperture, AGV mode.

PnP/PCI Configurations

Sebaiknya pilih semua konfigurasi pada pilihan Auto, kecuali port USB

atau grafik 3D yang sering membuat masalah. Bila demikian berikan interrupt tersendiri.

Load BIOS Default & Load SETUP default

untuk mengembalikan fungis secara standar sebelum diubah-ubah.

Power Management Setup

Semakin canggih mekanisme penghematan energi, semakin membingungkan pilihannya manajemen power-nya. Setting yang tepat dapat menghemat uang Anda.


Misalnya merk BIOS dibawah ini :


PHOENIX BIOS Setup Utility

Dalam BIOS ini terdapat beberapa menu utama yang digunakan yaitu:

1. Main Menu

2. Advanced Menu

3. Security Menu

4. Power Menu

5. Boot Menu

6. Exit Menu

Dimana masing-masing menu tersebut mempunyai fungsi tertentu dan akan dijabarkan kemudian. Dalam BIOS kita tidak dapat menggunaka mouse controller dalam BIOS sehingga apabila kita ingin mengubah setting dari BIOS dapat kita lakukan dengan keyboard. Adapun fungsi dari papan tombol yang diguankan dalam BIOS antara lain:

F1 : help

ESC : exit

Tanda panah atas-bawah : select item

Tanda panah kiri-kanan : select menu

Tanda -/+ : change values

Enter : select sub menu

F9 : setup defaults

F10 : save and exit

MAIN MENU

- Language

Diguanakan untuk memilih bahasa yang digunakan oleh BIOS

- System Time [XX : XX : XX]

Pada menu ini kita harus mensetting waktu yang tepat untuk real time clock.apabila kita salah mensetting real time clock hal ini dapat pula menimbulkan masalah pada program komputer kita. Bila kita sudah mensetting real time tersebut kita dapat men-save atau menyimpan hasil setting tersebut, untuk selanjutnya kita matikan komputer kita.lima menit kemudian,komputer dapat kita start-up lagi,kita periksa tanggal yang ada dengan bantuan perintah date dalam DOS-mode.

- System Date [XX / XX /XXXX]

Pada menu ini untuk membuat setting tanggal yang sesuai dengan real time clock.

- Dskette A [1,44/1,25 MB 3,5’’]

Diskette B [disabled]

Pada bagian ini diguanakan untuk mengkonfiguraskan floppy disk yang akan digunakan.Pilihan yang ada akan menentukan ukura disk dan juga kapasitasnya.Biasanya ukuran floppy disk adalah 3,5’’ dan 5,25’’ sedangakan kapasitasnya bermacam-macam.Pada komputer ini menggunakan floppy drive A dengan ukuran 3,5’’ dengan kapasiatasnya 1,44’’ MB. Bila kita tidak memasang dsisk drive pada komputer kita maka kita pilih none.

- Primary Master [4310 MB]

Pada sub menu ini terdapat beberapa pengaturanyang lainya,yaitu:

1. Type [auto]

User : Hardisk driver diatur pada menu ini

Auto : Pada menu ini terdapat pengaturan untuk auto type hardisk drive

CD/DVD-ROM : Pada menu ini terdapat pengaturan CD-ROM

ATAPI Removable : Disk drivedapat dipindahkan pada menu ini

IDE Removable : Pengaturan IDE terdapat pada ini

2. Max capacity [4310]

3. Multisector Transfers [16 sectors]

4. LBA Mode Control [enabled]

5. 32 bit I/O [enabled]

Menu ini untuk melakukan setting pada transfer data.

6. Transfer mode [FPI0 4/ DMA 2]

7. Ultra DMA Mode [Mode 2]

8. SMART Monitoring [enabled]

- Primary Slave [none]

1. Type [auto]

2. Multisector Transfers [disabled]

3. LBA Mode Control [disabled]

4. 32 bit I/O [enabled]

Menu ini untuk melakukan setting pada transfer data

5. transfer Mode [standart]

6. Ultra DMA Mode [disabled]

7. SMART Monitoring [disabled]

- Secondary Master [CD/DVD-ROM]

1. Type [auto]

2. Multisector Transfer [8 sectors]

3. LBA Mode Control [enabled]

4. 32 bit I/O [enabled]

Menu ini untuk melakukan setting pada transfer data.

5. Transfer mode [FPI0 4/DMA 2]

6. Ultra DMA Mode [disabled]

7. SMART Monitoring [disabled]

- Secondary slave

1. Type [auto]

2. Multisector Transfers [disabled]

3. LBA Mode Control [disabled]

4. 32 bit I/O [enabled]

Menu ini untuk melakukan setting pada transfer data

5. transfer Mode [standart]

6. Ultra DMA Mode [disabled]

7. SMART Monitoring [disabled]

- CPU Type Pentium II

- CPU Speed 400 MHz

- Cache RAM 512 KB

- System Memory 640 KB

- Extended Memory 63 KB

ADVANCED MENU

Setup warning

Pengaturan item pada menu ini jika terjadi kesalahan akan menyebabkan sistem akan gagal dalam proses pemakaian.

Ø Installed OS [win 95/win 98 APM]

Kita dapat memilih sistem operasi yang kita perlukan,dilihat dari sistem kita dimana kita lebih banyak menggunakan sistem tersebut. Tetapi yang harus kita perhatikan adalah sutu pengaturan salah satu dapat menyebabkan beberapa sistem operasi tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Ø Reset Configuration Data [no]

Pnp yang tersimpan pada blok ESCD (extended system configuration data).Pilihlah salah satu pernyataan ‘YES’ jika ingin menghapus sistem configurasi data yang ada. Atau pada sistem BIOS yang lain digunakan enabled maka BIOS akan menghapus data ESCD, tapi hanya sekali saja. Setelah pilihan ini akan berubah menjadi disabled secara otomatis.

Ø Large Disk Acces Mode [DOS]

Dalam item ini terdapat beberapa pilihan seperti UNIX, Novell Netware atau sistem operasi yang lain,kita dapat memilih salah satu.

Ø Keyboard featurer

1. Numlock [auto]

Menu ini akan menentukan kedudukan atau status dari keyboard (numlock).apabila pada posisi enabled, maka BIOS akan mengaktifkan fungsi numlock pada saat booting.

2. Keyclik [disabled]

Enabled keyclik

3. Keyboard auto repeat rate [30/sec]

Select key repeat rate

4. Keyboard auto repeat delay [1/2sec]

Select delay before key repea.

Ø PCI Configuration

Merupakan sebuah menu yang didalamnya terdapat berbagai susunan konfigurasi PCI secara spesifik.

· PCI device, slot # 1

· PCI device, slot # 2

· PCI device, slot # 3

· PCI device, slot # 4

· PCI device, slot # 5

Masing-masing susunan konfigurasi tersebut mempunyai bagian :

ù Option ROM icon [enabled]

Initialize device expansion ROM

ù Enable master [enabled]

Enable selected device as a PCI bus master.

ù Latency Timer [0040h]

Minimum guaranteed time slice alloted for bus master in units of pcu bus clock

ù PCI/PnP ISA UMB region exclusion

Merupakan pemesanan memori spesifik bagian atas yang akan digunakan oleh ISA

1. C800-CBFF [available]

2. CC00-CFFF [available]

3. D000-D3FF [available]

4. D400-D7FF [available]

5. D800-DBFF [available]

6. DC00-DFFF [available]

Merupakan cadangan untuk untuk memori bagian atas yang akan digunakan oleh ISA.

A. PCI/PNP IRQ Resource Exclusion

Reserve specified IRQ for by legacy ISA devices.

B. Default Primary Video Adapter

Item ini berhubungan dengan PCI/VGA. Ketika menginstal AGP dan VGA pada waktu yang sama maka pilihlah default primary video adapter.

Ø Cache Memory

Menentukan bagaimana mengkonfigurasikan spesifikasi block memory.

Memory cache = sets the state of the memory cache

Ø Peripheral configuration

1. Secured setup configurasi [no]

Memilh ‘YES’ jika ingin sistem setting posisinya aman dari perubahan yang dilakukan oleh sistem operasi.

2. Local Bus IDE Adapter [enabled]

Enable the integrated localbus IDE adaptor.

3. PS/2 Mouse [enabled]

Apabila dibuat menjadi auto maka pada saat booting BIOS akan mencari sebuah PS/2 mouse. Apabila PS/2 mouse tidak dapat ditemukan maka IRQ 12 akan dibebaskan untuk komponen lain yang memerlukan.dengan disabled maka tidak akan dilakukan pengecekan tersebut.

4. Serial Port A [enabled]

Untuk mengkonfigurasikanserial port A dapat menggunakan pilihan :

Disabled untuk no configuration

Enabled untuk user confoguration

* Base I/O Address [3F8]

Set the base I/O address for serial port A

* Interrupt [IRQ 4]

Set the interrupt for serial port A

5. Serial port B [enabled]

Untuk mengkonfigurasikan serial port B dapat menggunakan pilihan :

Disabled untuk no configuration

Enabled untuk user confoguration

* Base I/O Address [2F8]

Set the base I/O address for serial port B

* Interrupt [IRQ 3]

Set the interrupt for serial port B

6. Parallel port [enabled]

Digunakan untuk konfigurasi parallel port. Biasnya hanya ada satu channel parallel port yang dimiliki oleh motherboard. Pilihan ‘disabled’ akan menyebabkan parallel port kita tidak aktif sedangkan pilihan lainya akan menentukan port dan IRQ yang digunakan.

· Mode [ECP]

Kita dapat men-set mode untuk port parallel dengan pilihan :

- Output only

- Bi-directional

- EPP

- ECP

· Base I/O Address [378]

Set the base I/O address for the parallel port.

· Interrupt

Set the interrupt for the parallel port.

· DMA Channel [DMA 3]

Set the DMA channel for the parallel port.

7. Floppy disk controller [enabled]

Untuk mengkonfigurasikan the floppy disk controller dapat menggunakan pilihan:

Disabled untuk no configuration

Enabled untuk user confoguration

Ø Advanced Chipset control

- Enabled Memory Gap [disabled]

If enable,turn system RAM off to free address space for use with an option card. Either a 128 KB conventional memory gap,starting at 512 KB or a 1 MB extended memory gap,starting at 15 MB will be created in system RAM.

- Graphics Aperture [64 MB]

Select the size of the graphics aperture for the AGP video device.

- Memory Bank 0 [32 MB]

- Memory Bank 1 [32 MB]

- Memory Bank 2 [not installed]

Ø DMI Event logging

Digunakan untuk menampilkan dan memodifikasi DMI event log.

1. Event Log validity [valid]

2. Evnt Log Capacity [space available]

3. View DMI Evrnt Log [enter]

Untuk menampilkan isi dari Dmi event log.

4. Clear All DMI Event Log [no]

Aturlah pada posisi ‘yes’ untuk menghapus DMI event log setelah rebooting.

5. Event Logging [disabled]

Pilihlah enabled untuk mendapatkan logging of DMI event.

6. Mark DMI Event As Read [enter]

SECURITY MENU

Digunakan untuk menentukan kapan password akan ditanyaka.pilihan “setup” akan menyebabkan akan nditanyakan ketika BIOS setup dijalankan sedangkan pilihan “system” akan menyebabkan password akan ditanyakan setiap kali PC melakukan Booting.

Ø User Password [disabled]

Ø Supervisor Password Is [disabled]

Ø Set User Password [enter]

Ø Set Supervisor Password [enter]

Supervisor Password controls access to the setup utility.

Ø Password on boot [enabled]

Enabled pasword emntry on boot.

POWER MENU

Ø Stand by Time out [20 minutes]

Sistem memerlukan sedikit waktu dalam mode sebelum memasuki mode stand by.mode stand by mematikanseluruh alat mencakup layer sampai kita men-start untuk menggunakan komputer lagi.

Ø Resume on modem Ring [disabled]

System akan memberikan respon (bangun) manakala semacam sinyal yang terdeteksi oleh modem yang kita gunakan.

Ø Resume on Time [disabled]

Sistem akan memberikan respon berdasarkan pada ukuran waktu.

Ø Soft-off by power Button [delay 4 second]

When delay 4 second is selected, Press and hold the button for 4 second to make the system sofft off state. When instant off is selected preesing the button will make the system soft off state immediately. Soft off states is similar to power off stte but not exactly.

BOOT MENU

Ø Summary Screen [disabled]

Display system configuration on boot.

Ø Screen Logo Display [enabled]

Ddisplay the logo screen during boot.

Ø Quick Boot Mode [enabled]

Pada AMI BIOS jika bagian diaktifkan maka AMIBIOS akan memangkas beberpa rutinitas pada saat POST sehingga dalam waktu kurang dari 5 detik komputer kita sudah melakukan booting.

Ø Harddisk Pre-delay [disabled]

Menambahkan delay sebelum akses yang pertama dari suatu hard-disk oleh BIOS, beberapa harddisk hang jika dakses sebelum mereka mempunyai intialized sendiri,Delay ini memastikan harddisk mempunyai intiliazed setelah power up.

Ø Set Boot Order

Select boot priority of boot device.

- Hard Drive

- Removable Devices

- Network Boot

- CD/DVD-ROM Drive

Beberapa menu diatas dapat dikonfigurasikan maupun ditampilkan dengan menggunakan beberapa tombol :

: expands or collapses devices with a + or –

: expands all

<+> and <-> : moves the devices up or down

EXIT MENU

Menu ini digunakan dari program BIOS

Ø Exit saving Changes

Digunakan untuk keluar dari sistem dan men-save konfigurasi kita pada CMOS.

Ø Exit Discarding Changes

Digunakan untuk keluar dari system tetapi tanpa menyimpan setup data pada CMOS.

Ø Load Setup Defaults

Mengisi/Merubah semua menu yang ada pada setup item.

Ø Discard Changes

Mengisi/Merubah nilai/menu sebelumnya dari CMOS untuk semua setup item.

Ø Save Changes

Menyimpan setup data pada CMOS atau dengan menekan tombol keyboard F10.

Masalah BIOS

BIOS dapat rusak misalnya oleh masa pakai, penggunaan yang salah, dan virus misalnya virus CIH. BIOS sebenarnya dapat di perbaiki walaupun memerlukan resource lain, BIOS dapat di update firmwarenya (flashing). Proses perbaikan BIOS dapat dilakukan dengan melakukan pengcopian flash BIOS yang rusak pada MB yang identik dan sejenis. Flashing atau Update dapat berupa software yang dijalankan pada mode DOS dan lakukan setup software flashing yang didapatkan dari website MB bersangkutan.

PERAKITAN PC


Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari:

1. Penyiapan motherboard
2. Memasang Prosessor
3. Memasang heatsink
4. Memasang Modul Memori
5. memasang Motherboard pada Casing
6. Memasang Power Supply
7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
8. Memasang Drive
9. Memasang card Adapter
10. Penyelesaian Akhir

1. Penyiapan motherboard

Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.


2. Memasang Prosessor

Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.Jenis socket

1. Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
2. Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
3. Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
4. Turunkan kembali tuas pengunci.


Jenis Slot

1. Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard
2. Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak

Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot.





3. Memasang Heatsink

Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.




4. Memasang Modul Memori

Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.

Jenis SIMM

1. Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
2. Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
3. Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.



Jenis DIMM dan RIMM

Cara memasang modul DIMM dan RIMM sama dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan sebagai panduan. Perbedaanya DIMM dan RIMM pada posisi lekukan

1. Rebahkan kait pengunci pada ujung slot
2. sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. lalu masukkan modul ke slot.
3. Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah tepat terpasang.



5. Memasang Motherboard pada Casing

Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:

1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
5. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.




6. Memasang Power Supply

Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:

1. Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
2. HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.


7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing

Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.

1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.



8. Memasang Drive

Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut:

1. Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
2. Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
3. Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
4. Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
5. Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
6. Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard

Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.



9. Memasang Card Adapter

Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya. Cara memasang adapter:

1. Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
2. Pasang sekerup penahan card ke casing
3. Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.



10. Penyelessaian Akhir

1. Pasang penutup casing dengan menggeser
2. sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
3. Pasang konektor monitor ke port video card.
4. Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
5. Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).
6. Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.


PENTING!!!!

KLIK DIBAWAH INI...!!


setting jumper pada Motherboard

Installasi Hardisk

Pasang Konektor Power Supply ke Motherboard sesuai dengan aturan pemasangannya

Installasi Hardisk

Perangkat Lunak

Perangkat Lunak Komputer

Perangkat Lunak (software) merupakan suatu program yang dibuat oleh pembuat program untuk menjalankan perangkat keras komputer. Perangkat Lunak adalah program yang berisi kumpulan instruksi untuk melakukan proses pengolahan data. Software sebagai penghubung antara manusia sebagai pengguna dengan perangkat keras komputer, berfungsi menerjemahkan bahasa manusia ke dalam bahasa mesin sehingga perangkat keras komputer memahami keinginan pengguna dan menjalankan instruksi yang diberikan dan selanjutnya memberikan hasil yang diinginkan oleh manusia tersebut.


Macam-macam Perangkat Lunak

Perangkat lunak terbagi menjadi 4 macam, yaitu :

  1. Sistem Operasi (Operating System),
  2. Program Aplikasi (Application Programs),
  3. Bahasa Pemrograman (Programming Language),
  4. Program Bantu (Utility)

1. Sistem Operasi (Operating System)

Sistem Operasi yaitu program yang berfungsi untuk mengendalikan sistem kerja yang mendasar sehingga mengatur kerja media input, output, tabel pengkodean, memori, penjadwalan prosesor, dan lain-lain. Sistem operasi berfungsi sebagai penghubung antara manusia dengan perangkat keras dan perangkat lunak yang akan digunakan. Adapun fungsi utama sistem operasi adalah :

  • Menyimpan program dan aksesnya
  • Membagi tugas di dalam CPU
  • Mengalokasikan tugas-tugas penting
  • Merekam sumber-sumber data
  • Mengatur memori sistem termasuk penyimpanan, menghapus dan mendapatkan data
  • Memeriksa kesalahan sistem
  • Multitugas pada OS/2″, Windows ‘95″, Windows ‘98″, Windows NT”, /2000/XP
  • Memelihara keamanan sistem, khusus pada jaringan yang membutuhkan kata sandi (password) dan penggunaan ID

Contoh Sistem Operasi, misalnya : Disk operating System (DOS), Microsoft Windows, Linux, dan Unix.

2. Program Aplikasi (Aplication Programs)

Program Aplikasi adalah perangkat lunak yang dirancang khusus untuk kebutuhan tertentu, misalnya program pengolah kata, mengelola lembar kerja, program presentasi, design grafis, dan lain-lain.

3. Bahasa Pemrograman (Programming Language)

Perangkat lunak bahasa yaitu program yang digunakan untuk menerjemahkan instruksi-instruksi yang ditulis dalam bahasa pemrograman ke bahasa mesin dengan aturan atau prosedur tertentu, agar diterima oleh komputer.

Ada 3 level bahasa pemrograman, yaitu :

  • Bahasa tingkat rendah (low level language)

Bahasa ini disebut juga bahasa mesin (assembler), dimana pengkodean bahasanya menggunakan kode angka 0 dan 1.

  • Bahasa tingkat tinggi (high level language)

Bahasa ini termasuk dalam bahasa pemrograman yang mudah dipelajari oleh pengguna komputer karena menggunakan bahasa Inggris. Contohnya : BASIC, COBOL, PASCAL, FORTRAN.

  • Bahasa generasi keempat (4 GL)

Bahasa pemrograman 4 GL (Fourth Generation Language) merupakan bahasa yang berorientasi pada objek yang disebut Object Oriented Programming (OOP). Contoh software ini adalah : Visual Basic, Delphi, Visual C++

4. Program Bantu (Utility)

Perangkat Lunak merupakan perangkat lunak yang berfungsi sebagai aplikasi pembantu dalam kegiatan yang ada hubungannya dengan komputer, misalnya memformat disket, mengopi data, mengkompres file, dan lain-lain.

Contoh software ini diantaranya :

  • Norton Utility
  • Winzip
  • Norton Ghost
  • Antivirus

Perangkat keras

Perangkat keras


[Bagian papan induk (motherboard) dari suatu perangkat keras komputer]

Perangkat keras komputer (hardware) adalah semua bagian fisik komputer, dan dibedakan dengan data yang berada di dalamnya atau yang beroperasi di dalamnya, dan dibedakan dengan perangkat lunak (software) yang menyediakan instruksi untuk perangkat keras dalam menyelesaikan tugasnya.

Batasan antara perangkat keras dan perangkat lunak akan sedikit buram kalau kita berbicara mengenai firmware, karena firmware ini adalah perangkat lunak yang "dibuat" ke dalam perangkat keras. Firmware ini merupakan wilayah dari bidang ilmu komputer dan teknik komputer, yang jarang dikenal oleh pengguna umum.

Komputer pada umumnya adalah komputer pribadi, (PC) dalam bentuk desktop atau menara kotak yang terdiri dari bagian berikut:

Sebagai tambahan, perangkat keras dapat memasukan komponen luar lainnya. Di bawah ini merupakan komponen standar atau yang umum digunakan.